FABER CASTELL #2 Mungkinkah
FABER CASTELL #2 Mungkinkah
29 Juni 2012 pukul 16:16
Bella’s birthday party . . .“Mau kemana mereka Mi?” tanya Shintya.
“Latihan buat tournament voly minggu depan.”
“Dimana? Dimana?” Bella nyerobot.
“Ada deh… Emang kamu mau nonton?”
“Nggak juga sih?” jawabnya.
“Kenapa Bel?”
“Nanti Irvan grogi lagi.”
“PD” teriak teman-teman yang denger jawabannya Bella.
Arjuna dan Irvan berpamitan dengan Ayah Bella, kemudian mereka mulai menunggangi sepeda motor Juna yang dikemudikan sang empunya.
“Hati-hati ya Juna!” kataku sambil melambaikan tangan dan dia membalas dengan senyumnya yang manis.
Ohya lupa ngenalin Irvan. Irvan itu . . . sosok yang misterius –menurutku-. Katanya sih dia pendiem, alim, tapi kalo makan dia jagonya. Untuk tau pastinya silahkan tanya Bella atau sama Irvan langsung. Bisa juga hubungi di nomor 087838xxxxxx –apa-apaan nih?- Eh ini nggak ada yang nanya ya apa hubungannya sama Bella gituh !? yaelah semua orang juga udah tahu Bella pacarnya Irvan. Yakan yakan? Asal usulnya mereka pacaran nggak usah dicritain ya, intinya mereka terlibat CINLOK alias cinta lokasi gitu deh
Pangeran Negeri Seberang –haha apa-apaan?- Siapa sih yang nggak seneng didatangin pacar tercinta pas lagi ulang tahun atau minimal ya acara yang bikin bahagia gitu lah !? hihihi… Congratulations and Happy Birthday buat Abella Arumingtyas J
——
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Terdengar RBT yang dipasang Arjuna. Dan tak lama kemudian sudah menyeruak suara dari seberang sana.
“Assalamu’alaikum? Wah udah di lapangan nih?”
“Wa’alaikumsalam iya Mi, kamu sini dong.”
“Maaf banget ya Jun, aku lagi di jalan mau ke rumah Om di Surabaya.”
“Yah kapan pulangnya?” dengan nada sedih.
“Sampe aja belum. Nggak lama kok Jun.”
“Yaudah kamu hati-hati ya di sana. Doain aku jangan lupa.”
“Iya Juna sayang, semangat semangat! Kamu juga hati-hati ya.”
“Oke bos. Udah dulu ya Mi. Daa assalamu’alaikum.”
“Iya wa’alaikum…” belum sampe selese jawab salam telfonnya udah keburu ditutup sama Juna, yaudah lah nggak papa. Yang penting udah pamitan.
2 hari aku di Surabaya… Ternyata kepulanganku udah ditunggu-tunggu sama temen-temen. Banyak yang bilang kangen. 2 hari nggak ada rasanya sepi. Padahal sebenarnya mereka lebih suka kalo nggak ada, jadi nggak ada yang ngatur-ngatur.. Yakan yakan? Yeah… aku tahu mereka sengaja nambah-nambahin dosa mereka dengan BOHONG. Mana mungkin mereka kangen sama biang kerok kayak aku gini –please nggak usah curcol- hihihi.
——
Pertandingan semi final hari ini aku menyempatkan mampir ke lapangan. Sepulang dari latihan band aku mengajak Andini nonton pertandingan, baru 5 menit. Sampai di lapangan aku dipanggil adik kelas yang nonton juga.
“Hey Tomcat.” Begitu aku dipanggilnya. Gara-gara dulu aku ledek-ledekkan sama dia, manggil-manggil “TOMCAT” –huh
“Nonton juga kamu Win?”
“Iya dong. Sini deket aku aja.” Ajak Windi dan dia segera meraih tanganku.
Akhirnya pertandingan semi final bisa dimenangkan Arjuna CS. Tapi besok gimana ya? Sejenak aku menunggu Arjuna duduk di bangku tepat di depan aku berdiri.
“Tos dulu bos. Selamat yah.” Kataku sambil merangkul pundaknya. Dan dia langsung menoeh ke belakang. Sepertinya dia belum sadar kalau itu aku. Masih melongo, kayak orang pikun deh kamu Jun. Batinku –haha-
Belum jawab juga? Tapi nggak papa aku udah dapet senyumnya. Lagi-lagi gue harus bilang WAW. Manis sekaleeee books!
“Eh..eh aku pulang duluan ya. Daa.” Kataku terburu-buru.
“Hati-hati ya Mi. Daa juga.”
Sebelum pergi jauh meninggalkannya aku sempat menengoknya. Aku heran, ternyata dia masih memandangiku. Tersenyum melambaikan tangan. Aku pun membalasnya.
Hiruk pikuk menambah keramaian pertandingan final kali ini. Sorak-sorai terdengar dari penonton yang meneriakkan nama jagoannya masing-masing. Ada juga yang masih berlalu lalang mencari tempat yang dirasa mereka nyaman. Tepuk tangan yang sangat meriah mengundang rasa tegang penonton yang menyaksikan pertandingan final sore yang cerah tanpa mega ini.
Skor sementar 1-1 . Tapi sudah bisa diprediksi team Juna bakalan kalah. Selisih poin semakin lama semakin terpaut jauh. Tak lama kemudian wasit meniup peluit beberapa kali tanda pertandingan telah berakhir. Team Juna kalah dengan skor akhir 2-2. Tampak wajah-wajah orang kalah. Cemberut semua. Tak betah lama-lama aku langsung pulang diantar Giselle. Itupun tadi harus mohon-mohon biar dia mau nganter pulang. Sebenernya kemaren udah janjian sama Andini, tapi dia malah nggak jadi jemput aku. Untung aja masih ada Giselle.
——
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
Bukan aku yang mencarimu
Bukan kamu yang mencari aku
Cinta yang mempertemukan
Dua hati yang berbeda ini
“Juna kemana sih?” tanyaku mulai cemas.
Kenapa setiap kali hubungin Juna bukan suaranya yang kedengeran? Malah suaranya Ryan melulu. Ya ampun Ryan kamu umpetin dimana Arjunanya? Aarrgh.. aku mendegus kesal. Beberapa sms yang aku kirim ke nomornya tak satupun juga dibalasnya.
Baru seperempat jam kemudian Juna membalas smsku.
Maaf Mi tadi baru briefing sama Pak Andre
From: Arjuna :)
Emg km blm pulang?
To: Arjuna:)
Blm. Lapeeeeer deh Mi
From: Arjuna :)
Setelah sholat maghrib dan makan malam sama keluarga aku bergegas pergi keluar membawa kotak makan yang biasa aku pakai buat bawa bekal ke sekolah. Diisi makanan alakadarnya. Yah Cuma buat ngganjal perutnya Juna yang sedari tadi masih kosong. Sebelum menghidupkan mesin motorku, aku merapikan dulu jilbabku. Mau ketemu sama pacar ya harus rapi dong –sok jaim-. Tak lupa aku berpamitan dengan Ayah dan Bunda yang sudah berdiri di teras rumah.
Di sekolah…
Hanya terdengar suara decitan sepatu sandal yang kupakai. Halaman sekolah bagian deoan dan tengah sudah aku jelajahi, sampai di sudut-sudut ruangan kelas, di lorong, tak juga aku menemukan Juna. Kemudian pikiranku tertuju ke suatu tempat. Lapangan voly. Yeah aku ingat ^__^
Dari kejauhan tampak dia duduk di bangku yang ada di sekitar lapangan voly. Secepat kilat aku menghampirinya. Tak ada sepatah katapun terlontar dari kita. Juna yang biasanya langsung nanya ini itu sekarang sedang terdiam seribu bahasa. Sambil membuka kotak makan yang aku bawa tadi, dengan suara berat aku memberanikan diri memulai percakapan.
“Juna makan dulu ya tadi katanya laper?”
“Males ah” jawabnya ketus.
“Nanti sakit Jun. Nih udah aku bela-belain bawain makan buat kamu ke sini”
“Kalo nggak ikhlas bawa pulang lagi aja” gertaknya sambil memandangku dengan tatapan tajam.
“Kamu belum pulang kenapa Jun?” tanyaku lembut, mencoba menenangkannya.
“Aku nggak mau sampe rumah diketawain sama Ayah gara-gara kalah. Kamu tahu sendiri kan?”
“Sampe kapan mau di sekolah? Kalo kamu nggak pulang justru nanti dicariin.”
“Ngapain kamu masih peduliin aku? Aku nggak bisa banggain kamu Mi…”
“Aku sayang kamu Jun. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa”
Mendengar jawabanku Juna seketika itu juga langsung memelukku. Aku terdiam.
“Makasih ya Mi. Sini aku mau makan, kasian udah dibawain kalo nggak dimakan mubadzir” ledeknya.
Sambil menunggu juna makan aku berceramah didepan dia. Peduli amat mau dia keselek atau kenapa –haha justkid- aku nasehatin dia habis-habisan.
“Mungkin belum saatnya aja Jun, siapa tahu suatu saat kamu bisa menang sana sini. Tapi jangan lupa sama si manis ini nih. Nggak usah takut kalah, tapi takutlah kalau kamu nggak bisa bangkit. Kamu pasti bisa Jun percaya deh”
Belum selesai aku nyramahin dia, tahu-tahu dia menyodorkan maknnya ke mulutku. Udah ditolak tetep aja dia maksa. Alhasil aku disuapin sama dia deh –sosweet-
Jam sudah menunjukkan pukul 19.10…
“Aku pulang dulu ya Jun udah malem nih.” Pamitku.
“Eh aku anterin ya Mi. Anak gadis tu nggak boleh kelua malem-malem sendirian.” Alah maunya tu anak.
“Terus kamu nanti pulangnya gimana?”
“Gampang deh, yuk naik!” perintahnya sambil meminta kunci motor yang aku genggam ditangan mungilku.
Ayah yang tahu kalau aku diantar Juna pulang, menyuruhnya masuk ke dalam rumah. Tapi Juna masih canggung karena baru pertama kalinya main kerumahku. Malem-malem pula. Sebebntar mereka ngobrol, lalu Juna berpamitan dengan Ayah dan Ayah menyuruh membawa pulang motorku itu. Karena nggak enak mau nolak, akhirnya Juna mengiyakan perintah Ayah. Kebetulan juga dia tadi nggak bawa motor. Semenit kemudian aku masuk kamar dan menggoreskan tinta dalam kertas kecil seperti biasanya.
Malam ini bintang kejutan serasa jatuh di bumi. Perasaan ini tak dapat aku sembunyikan dibalik semak-semak belukar, ataupun dibalik karang nan menjulang tinggi. Aku merasa sangat nyaman ketika berada di sampingmu. Tak bisa ku ungkapkan dengan berjuta-juta kalimat cinta. Hilang semua asa, tenggelam dalam samudra cinta. Sungguh aku sangat menyayangimu Arjuna Dharma Prayogo :)
—
Farewell party …
Hanya sekedar acara untuk memperingati kelulusan anak-anak kelas IX. Dan memulangkan siswa-siswa dalam pelukan orangtuanya masing-masing. Acaranya nggak terlalu mewah, cukup simple tapi sangat berkesan. Sebentar lagi giliran kelompokku tampil. Persiapan sudah matang. Nggak mau kebanyakan latian, nanti pada serak deh waktu tampilnya. Dan sekaran… waktunya naik panggung.
Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita ‘kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu
Begitu beratnya kaulepas diriku
Sebut namaku jika kaurindukan aku
Aku akan datang…
Mungkinkah kita ‘kan s’lalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
‘Tuk melepaskan semua kerinduanku, oh…
Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbesit tanya di hatiku
Akankah dirimu ‘kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku
Begitu beratnya kaulepas diriku
Sebut namaku jika kaurindukan aku
Aku akan datang…
Mungkinkah kita ‘kan s’lalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
‘Tuk melepaskan semua kerinduanku
Kau kusayang, s’lalu kujaga
Takkan kulepas s’lamanya
Hilangkanlah keraguanmu
Pada diriku, di saat ‘ku jauh darimu
Dari lubuk hati yang paling dalam aku mempersembahkan lagu special ini khusus untuk orang yang special juga. Arjuna …
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Tapi belum saatnya kita berpisah. Tuhan yang mempertemukan kita dan biarkan Tuhan pula yang memisahkan kita. Tak sanggup aku menjauh dari sosok hangat dirimu. Seberapapun jarak yang menghalangi kita aku kan tetap menjaga cinta kita. Akan slalu ku ucap kata sayang hanya untukmu Arjuna Dharma Prayogo :)
To be continued
Indra Mencaribakat cie”…arjunaaa..
hitikiwirrr..
weee aq kesindirr lho..
(gk sg ngmng ki “klo soal mkn dia jagoy”weh weh)
jre sp????
29 Juni 2012 pukul 16:48 melalui seluler · Suka
Ta-tha Novita Sari #3 nya ditunggu loo. .
29 Juni 2012 pukul 17:13 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah ndra ~ yakan yakan ? adadeh
mb pita ~ huaa iya mksh udh setia menunggu
#2 lebih ke curhat yah ^o^ biar
29 Juni 2012 pukul 17:54 melalui seluler · Suka
Ta-tha Novita Sari hehehe iya . . tapi nyambung kok,,
iyadong. . .hhe
29 Juni 2012 pukul 17:58 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah iya tadi disambung pake kawat -loh?- hahaa
lha punyamu mana mbak? ‘yo maaf neh’ nya mana ? mana ?
29 Juni 2012 pukul 18:07 melalui seluler · Suka
Nabila Noorhafizah
29 Juni 2012 pukul 18:28 · Suka
Ta-tha Novita Sari ,hahaha hasembkih. . . itu mah d.tulis di hati aja. . wkwk gabisa nulis (njadiin cerpen)
29 Juni 2012 pukul 18:41 melalui seluler · Suka
Ryan Adi Faprio Iki ki crito opo bro ? Haha
akeh jek .
29 Juni 2012 pukul 19:02 melalui seluler · Suka
Dut Kidut bil ~ mksh ya udh nympetin coment
mb pita ~ jangan dong, maaf tu jgn dipendem. ungkpin aja
ry ~ op kw tak tag to ndul ? ha
30 Juni 2012 pukul 3:56 melalui seluler · Suka
Ryan Adi Faprio Genah ngno kog
30 Juni 2012 pukul 6:12 melalui seluler · Suka
Nabila Noorhafizah hihi . bingung gek mau ngmg apah .
30 Juni 2012 pukul 12:08 · Suka
Riny May May tak tunggu #3 loh ya, haha yg #2 keren..
30 Juni 2012 pukul 13:21 · Suka
Dut Kidut ry ~ eyo sory ndul ra sengojo
bil ~ ha yadeh gpp ;D
rin ~ apik #1 tetepan. hihihi
30 Juni 2012 pukul 14:58 melalui seluler · Suka
Ryan Adi Faprio He . Rapopo kog
wis tak like
1 Juli 2012 pukul 8:33 melalui seluler · Suka
Taufik Oktavian Lovyu muah…:*ha
1 Juli 2012 pukul 12:33 melalui seluler · Suka
Dut Kidut top ~ haha
1 Juli 2012 pukul 12:52 melalui seluler · Suka
Nia Mifta WUAW, WUAW, WUAW bgt
5 Juli 2012 pukul 6:30 melalui seluler · Suka
Dyeah Ayux Tak tunggu episode selanjutnya
9 Juli 2012 pukul 19:37 melalui seluler · Suka
Taufik Oktavian Nia- ngrti dwe nek mantune pak wakiman ki pie
10 Juli 2012 pukul 18:45 melalui seluler · Suka
Nia Mifta haha, WAW bgt
12 Juli 2012 pukul 17:00 melalui seluler · Suka
Dut Kidut mb ayu ~ haha timakasi
top ~ mantne pak wak ki mas mamad to ?
nia ~ WAW elek bgt
12 Juli 2012 pukul 17:32 melalui seluler · Suka
Nia Mifta weh, apek yo…
ssk sdo udu ?
12 Juli 2012 pukul 17:33 melalui seluler · Suka