FABER CASTELL #1 Love at The First Sight
FABER CASTELL #1 Love at The First Sight
post facebook : 16 Mei 2012 pukul 16:49
“Siapa itu?” gumamku dalam hati.Love at first sight. Inikah yang aku alami sekarang? Parasnya membuat hatiku menjerit. Namanya siapa? Rumahnya di mana? Pengen banget deket sama dia, tapi nyaliku nyiut. Masa Orientasi Siswa (MOS) yang mengesankan karena aku bisa ketemu cowok manis itu. Istirahat pertama di sekolah ada pengumuman perpindahan kelas khusus kelas 1. Jasmine Nadia Refandika, ketemu. Aku baca ke bawah dan ke atas. Andini Septiastuti. Seneng bisa sekelas sama dia. Lebih senengnya lagi aku sekelas sama cowok manis itu. Alhamdulillah, makasih atas pertemuanku ini. “Bisa kena lebih deket sama dia. Asik!” kataku sambil berjingkrak.
——
Arjuna Dharma Prayoga. Aku mulai kenal sama dia, yah dikit-dikit. Sepertinya perasaanku ini sungguh cinta sama Arjuna.
Di suatu sore aku ikut kegiatan ekschool di sekolah. Ada Juna dan Luna. Diam-diam mereka deket loh…. Aduh aku envy. Dan aku juga mulai tahu tentang apa yang membuat mereka berbeda. Well, ini saat yang tepat.
“Lun, Juna suka sama kamu ya?” dengan nada setengah mengejek.
“Loh nggak tahu.” Jawabnya sambil senyam-senyum. Tanpa aku yang minta, Luna ngomong sendiri.
“Belum lama ini aku ditembak Juna. Tapi aku nolak dia.”
‘”Nah itu kamu juga suka kan? Kenapa nggak diterima aja?”
“Yee sapa juga yang suka sama dia? Widihh…”
Aku tak menjawabnya lagi dan aku langsung pergi menuju grombolannya Via. Rasanya kayak dilempari beberapa batu gede-gede berkilo-kilo buah-buahan, dijatuhin berton-ton balok es. Dingin. Tapi sekarang aku lagi kepanasan. Marah iya, cemburu iya. Kenapa marah? Karena aku dibohongin. Kenapa cemburu? Ya siapa coba yang nggak cemburu kalo gebetan kita nembak cewek dan itu bukan kita. Ohh…
Pancaran wajah dan sorot mata mereka membuatku semakin yakin bahwa mereka mempunyai rasa yang sama. Cinta. Terlebih body language mereka. Tiba-tiba muncul sebuah ide cantik dalm pikirku. “Gimana kalo aku nyatuin mereka?” jadi mak comblang ceritanya. Sepulang ekschool aku minta nomer HP Arjuna sama Luna. “Yes dapet nomernya” pekikku dalam hati.
Malam ini tubuhku terasa lelah. Jam belajar sengaja aku kurangi 15 menit. Aku menghempaskan tubuhku di ranjang kamarku. Menatap ternit kamarku dan teringat sesuatu. Arjuna. Sepesan singkat melayang untuknya.
Ciee yg baru ditolak. Kasian
To: Arjuna
Sapa nih?
From: Arjuna
Jasmine. Gimana? Bth bantuan?
To: Arjuna
Owh. Bantuan ap ni?
From: Arjuna
Udah km ikt aja prosedurnya
To: Arjuna
Okelah ak percaya sm kamu
From: Arjuna
Subhanallah senyumnya. Aku seneng bisa sms’an sama dia, barang 5 menit. Dan akupun terlelap. Zzzzzzz -,-
——
Arjuna mulaidekat denganku. Semenjak dia ikut permainanku. Yah…permainan untuk mempersatukan Juna dan Luna. Strategi mulai tersusun. Aku bertanya-tanya dengan keduanya. Info yang aku dapetin intinya Luna malu kalo mau nerima Juna dan Juna juga takut kalo ditolak. Buru-buru aja aku nyuruh Juna nembak Luna, karena aku yakin kali ini diterima. Setelah Luna mengiyakan Juna yang meminta menjadi kekasihnya, aku bicara terus terang sama Juna. Aku sayang sama dia dan aku cinta dia. Luna yang udah tau duluan ngrasa nggak enak.
“Kamu cinta Juna. Juna cintanya sama kamu bukan sama aku. So… nggak papalah Lun tenang aja. Liat kalian berdua aku udah seneng kok.” tegasku sambil tersenyum.
Melihatmu bersama orang yang kamu sayang pasti membuatku bahagia. Daripada melihat orang yang bersedih melihat kita bersama. Esok pasti akan tiba dan aku akan menghadapinya. Izinkan aku tetap menyayangimu meski sesungguhnya aku takpantas menyandingmu. Arjuna Dharma Prayoga
Secarik kertas yang aku goresi tinta sedemikian rupa aku lipat dan aku masukin dalam kotak kubus kecil berwarn biru muda yang di atasnya terpasang seikat pita.
1 bulan kemudian…
Drrt..drrt.. Hpku bergetar. Layar Hpku bertuliskan 1 message received.
Ak udah putus
From: Arjuna
Kok senyum?
To: Arjuna
Mungkin dia bahagia karena justru selama 1 bulan itu dia merasa kurang nyaman ddekat Luna. Sebelumnya dia curhat sama aku, dia ngrasa belum cocok sama Luna. Dan sejak itulah aku deket sama Juna. “Care juga tuh anak, asik diajak ngobrol, selera humornya tinggi pula” gumamku dalam hati. Ternyata sekarang kita mulai saling memperhatikan satu sama lain. Terlebih saat temen-temen gosipin Juna sama Nanda. Aku sering goda-godain mereka berdua. Bahkan aku ikut-ikutan ngejekin Juna sampe aku kejar-kejaran di kelas sama dia. Waktu itu sempet juga aku curhat sama Andini dan Eza tentang semuanya. Mereka kaget dan refleks bilang ke aku..
“Kamu pinter-pinter bego ya Mi. Udah jelas cinta malah suruh ngambil orang lain.” Tapi sebelum Eza memanjang lebarkan omongannya aku menyambar,
“Justru itu, aku sayang sama Juna. Aku pengen lihat Juna bahagia kalaupun itu nggak sama aku. Toh aku juga ikhlas. Pasti dapet balesannya kok.”
“Bener-bener kamu Mi. Pasti kamu sedih kan?”
“Sedih sih iya. Tapi buat apa?” Aku nanya balik.
“Yaelah Za namanya juga cinta. Haha” kita semua tertawa lepas.
Dingin menyelimuti malam ini. Angin berhembus sepoi-sepoi. Hanya ada 1-2 bintang di angkasa. Yah ini mendung, kayak mau hujan. Aku duduk di beranda rumah dengan secangkir teh hangat dan sweater biru yang aku pakai. Wahh… Setidaknya sedikit menghangatkan tubuhku. Aku dibuat bingung…
Kamu mau Mi jadi pacarku?
From: Arjuna
Maksud km? Bcnd ya?
To: Arjuna
Serius Mi. Would u be my girlfriend?
Setelah aku pikir-pikir t’s no dreams. In fact, aku mengiyakan permintaan Juna. Aku seneng banget, nggak nyangka. Rasanya bak terbang dengan sayap-sayap, menari-nari di angkasa. Dan ini saatnya gue bilang WAW… Big thanks for you God… Udah ngebukain pintu hatinya Arjuna. Semoga ini nggak main-main. Aku menulis lagi.
Satu kata yang ada dalam benakku. “TIDAK” Tidak ada alasan untuk menolakmu. Tidak akan membiarkanmu lepas dan pergi meninggalkanku. Hal yang sangat berkesan ketika aku dapat berjalan menuju satu tujuan yang sama bersamamu. Arjuna Dharma Prayoga
——
8 bulan sudah terlewati jalinan cintaku dan Arjuna. Dan akhirnya harus berhenti sampe sini. Tahun pelajaran yang sudah berganti agaknya membuat semua ikut berganti. Sudah sekitar 4 bulan aku dan teman-teman menempati kelas baru. Siang itu aku duduk berdua dengan Shintya. Enak-enak kita ngobrol sampe kebablasan ngomongin Dinda. Shintya bilang sama kalo aku kalo Dinda cinta sama Juna dan pengen mereka jadian. Sampe awalnya Dinda nanya aja sama Juna apa dia udah putus sama aku tapi kemudian dia bilang kalo misalkan udah putus sama aku dia pengen jadian sama Juna. Alias gantiin posisi aku. Oh my God… aku nggak nyangka Dinda sampe segitunya. Perasaan mereka juga nggak deket-deket amat. Tapi setelah beberapa hari kemudian banyak laporan tentang kedekatan mereka. Aku cuma bisa dengerin aja. Mau apa? Aku kan nggak ada hubungan juga sama Juna. Temen aja mungkin bukan. Aku tahu seberapa bencinya dia sama aku. Tapi yang aku nggak tahu sebabnya. Dan pada akhirnya aku tahu mereka udah jadian. Api membara semakin panas, panans, dan panas. Lagi lagi aku dibohongin. Dulu kamu nggak bohong sama aku, aku nggak bakal semarah ini sama kamu Din. Nggak nyangka banget kamu kayak gini. Dulu aja Dinda bilang nggak suka, nggak cinta sama Arjuna. Tapi nyatanya apa? OMONG KOSONG!
Dan lagi-lagi Juna curhat sama aku. Sehari setelah mereka jadian, aku sama Juna duduk dibangku taman sekolah.
“ Aku nggak suka Mi sama Dinda aku cuma nggak mau dikejar-kejar lagi sama dia kasian juga sama dia. Tapi please percaya sama aku aku terpaksa jalanin hubungan sama dia Mi. Dia aku jadiin pelampiasan karna aku nggak bisa sama kamu”
“ Jujur waktu denger aku kamu jadian aku kaget banget Jun. Tapi apa daya?”
“Aku sayang kamu Mi, nggak pernah sayang sama orang laen. Aku minta maaf aku tahu aku salah nglakuin semua ini.”
Denger dia ngomong gitu aku terharu. Tapi semua udah telat. Aku terlanjur marah sama mereka berdua. Tanpa pikir panjang aku langsung ninggalin Juna duduk sendirian dengan semua penyesalannya. Perasaanku nggak karuan. Dan nggak bisa bohong juga aku masih sayang juga sama Juna. Sungguh cinta ini terhalang. Berat mau melangkah ke depan. Aku nggak tau apa yang harus aku lakuin.
Sampe dirumah aku ambil kertas seperti biasanya.
Butuh waktu berapa detik untuk memaafkanmu? 1 detik cukup. Tapi proses pemulihan sakitnya yang lama. Aku minta maaf juga karena harus mengorbankan perasaanku untuk orang lain lagi. Aku juga menyayangimu seperti kamu menyayangiku. Sayang waktu tak bisa tak bisa ku ulang. Aku akan menunggumu Arjuna Dharma Prayogo
Di pertandingan volly pagi ini aku duduk bersebelahan dengan Dinda yang kebetulan lagi nonton juga. Dengan tidak mengurangi rasa hormat, aku nyamperin dia.
“ Selamat ya udah jadian sama Arjuna” kataku sambil mengulurkan tanganku. Percuma juga deh. Dia nggak mau bales nyalamin tanganku. Yah.. sombong amat. Iya deh percaya tanganku jorok kotor jadi nggak mau sentuhan sama aku. Ih Najis! –capekdeh-
“Udah putus’ jawabnya judes.
“Kapan? Kokbisa?” tanyaku sok blo’on. Padahal tadi malem aku udah di critain sama Juna.
“Tadi malem. Ya gitu deh” aku hanya membalas dengan mulutku yang aku bentuk sampe jadi huruf ‘o’ dan langsung pergi.
——
Akhir penantian…
Nggak sia-sia aku nunggu Arjuna. Pulang sekolah Juna ngajak aku di sekolah dulu.
“Aku pengen balikan sama kamu Mi. Mau kan?” suasana mendadak hening.
“Aku nggak mau” jawabku singkat.
“Kenapa? Bukannya kamu masih cinta aku?”
“Kalo aku bilang nggak mau ya nggak mau Juna sayang” godaku. Dia membalas tertawa.
“Aku nggak mau kalo balikan. Aku maunya kita mulai semuanya dari awal, dari nol”
“Bener Mi? Serius kan?
“Iya bawel. Serius. Tapi kamu janji nggak ninggalin aku lagi ya”
“OK Mi aku janji bakal jagain kamu dan nglindungin kamu terus J” katanya sambil tersenyum.
Kamipun berjalan beriringan sambil bergandengan tangan..
Makasih Ya Allah Engkau kembalikan dia untukku. Engkau masih mengizinkan aku bersamanya. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Dan sekarang aku percaya akan keajaiban-mu yang telah merubah ini semua. Jangan pisahkan kami untuk yang kesekian kalinya lagi Ya Allah. Dan jangan pernah ingkari janjimu Arjuna Dharma Prayogo
Kertas-kertas dalam kotak biruku penuh dengan namamu Jun. Dan namamu akan selalu abadi dalam hatiku…
——
Lebih dari satu tahun aku menjalani hari-hari dengan Juna. Dan 1 minggu lagi kita akan perang menghadapi ujian nasional. Itu berarti sebentar lagi kita akan pisah. Kita akan menjalani sekolah kita masing-masing jikalau kita besok akan pisah sekolah. Tapi ku berharap nggak begitu. Rasanya aku pengen ada di dekat kamu terus Arjuna.
Hari terakhir pelajaran di sekolah….
Nggak nyangka aku duduk sebangku sama Arjuna. Langka banget deh.
“Mi pinjem pensil kamu dong” katanya sambil senyum. Sampe nggak kuat liat senyumnya. Manis banget –kayak gula-. Aku suruh dia ngambil sendiri di tempat pensilku. Kebiasaan dia kambuh lagi. Pensilku di coret-coret sama dia . aku yang nggak trima langsung marah\marah nggak jelas. Sampe semua pada ngeliatin aku sama Juna. Yaampun jadi malu deh. Sampe aku dinyanyiin lagu sama Shintya.
“Saat bahagiaku duduk berdua denganmu hanyalah bersamamu”
“Apaan sih ? haha”. Yah emang aku lagi bahagia juga. Aku kembali berdebat sama Juna.
“Nih aku tuker sama punyaku aja Mi” katanya sambil cengar cengir.
“Nggak mau enak aja kamu :p”
“Kali aja buat kenang-kenangan gitu Mi. Kalo kamu kangen kamu pegang aja tuh pensil. Haha”
“Iya juga ya.. apalagi kita udah mau pisah Jun. Bakal kangn terus sama kamu”
Setelah itu aku menerima pensil itu dari Juna. Yah so sweet :p
Faber Castell ini yang akan selalu mengingatkan aku pada sosok dirimu yang selama ini ikhlas menjagaku, mencintaiku, menyayangiku, dan melindungiku. Kamu selalu ada saat aku membutuhkanmu. Kuharap cinta ini kan ada sampai nanti. Aku tidak akan pernah berpaling dan takkan pernah melupakanmu Arjuna Dharma Prayogo
To Be Continued
Cerpen ini special aku dedikasikan buat someone : Arjuna Dharma Prayogo atau lebih tepatnya Taufik Oktavian. terimakasih atas pengorbanan yang selama ini kamu lakukan buat aku. Mungkin kata-kata ini tak cukup untuk mengungkapkan semua yang aku rasakan saat ini. Tapi ku rasa cinta dan sayang ini cukup untuk membalas semua kebaikan yang kau tunjukkan dan kau berikan untukku
Riny May May Bagus Mi:-) kyknya aku tau dh dinda itu..
16 Mei 2012 pukul 17:19 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah diem din smsmu tak tgu lho
16 Mei 2012 pukul 17:35 melalui seluler · Suka
Dhiias Taand Liisha waw
16 Mei 2012 pukul 17:36 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah apa mbak ? wew
16 Mei 2012 pukul 17:40 melalui seluler · Suka
Rina Widya Bikn nangs bacany bagus bangt ais
16 Mei 2012 pukul 17:44 melalui seluler · Suka
Riny May May Cuma kykny loh Mi. aku kn ga tau jln cerita cintamu ama Arjuna Dharma Prayogo.. Haha
16 Mei 2012 pukul 17:55 melalui seluler · Suka
Dyeah Ayux Hha to twiit itu beneran ya ?
16 Mei 2012 pukul 18:09 melalui seluler · Batal Suka · 1
Fikrie Noor Aisyah rina ~ nangs? knp mbik haha. riny ~ wisto ah lama2 jg tau. mb ayu ~ bnran jeleknya iya mb. wkw
16 Mei 2012 pukul 18:16 melalui seluler · Suka
Rina Widya Ngena d hati gek wetcrewet cb aku ky gt? Wkw
16 Mei 2012 pukul 18:41 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah ky gt gimana? jadi jasmine? ha
16 Mei 2012 pukul 18:51 melalui seluler · Suka
Nabila Noorhafizah uaah reallife
16 Mei 2012 pukul 19:12 · Suka
Rina Widya Kisahny aja jangn salh fahm
16 Mei 2012 pukul 19:18 melalui seluler · Suka
Nia Mifta wuaaaw, hha…ndi arjunamu i, jrne mbyen paz jaman dahola,.ra sneng, gne y brthn nganti saiki,.. ;p
17 Mei 2012 pukul 8:27 melalui seluler · Suka · 1
Fikrie Noor Aisyah nab ~ komentarnya dong bil hhe. rina ~ jangan mbik rumit ! nia ~ kbnykan jg gtu. bilang gasuka tp akhrnya
17 Mei 2012 pukul 9:27 melalui seluler · Suka
Nia Mifta hha, nk kelingan sg ngmg pas curhat ki gr pgen gyu…
17 Mei 2012 pukul 9:32 melalui seluler · Suka · 1
Dyeah Ayux Weh kok jeleknya , kisahnya itu beneran ?
17 Mei 2012 pukul 9:33 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah nia ~ gpp neh drpd pgn nangs? mb ayu ~ alhamdulillah iya wkw
17 Mei 2012 pukul 12:24 melalui seluler · Suka
Jagoan Neon · Friends with Ganis Ekaa W and 31 others
sayangnya aku gak bs baca,cm bs nulis doang….. Hhhhhhh
17 Mei 2012 pukul 12:26 melalui seluler · Suka
Rina Widya Tp kan awet
17 Mei 2012 pukul 13:02 melalui seluler · Suka
Nia Mifta okelah, oke
17 Mei 2012 pukul 13:04 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah rina ~ alhamdulillah gapake formalin loh nia ~ pgen buat sampe #29 bisa nggak ya? ha
17 Mei 2012 pukul 13:19 melalui seluler · Suka · 1
Nia Mifta weh, y iso nho…sg mbok tandai 29 t,?
17 Mei 2012 pukul 13:21 melalui seluler · Suka
Fikrie Noor Aisyah amin. cb daridulu mgkn skrg udh #5 ato 10 wkw. iyapo ? ak gak ngtung ha
17 Mei 2012 pukul 13:28 melalui seluler · Suka
Nia Mifta he.eh ktoke,ak mau iseng” wae ngetung..he,
he.e i kdune, gk ky diary online.mu gtuh crtane,hheg
17 Mei 2012 pukul 13:34 melalui seluler · Suka
Nabila Noorhafizah bagus kok mbak. teenlit. he
sori blm bisa publish bab 2 , males + sibuk akunya
17 Mei 2012 pukul 19:13 · Suka
Dut Kidut all makasih like and commentnya ya. Niut rina riny mbaayu mbakbil thanks bgt ^^,
19 Mei 2012 pukul 5:26 melalui seluler · Suka · 1