Selasa, 20 Januari 2015

Little Family


Selamat pagi makhluk Tuhan bernamakan teman. (Luangkan waktumu untuk sekedar menyapa temanmu, barang semenit saja) Semoga kau selalu dimuliakan oleh Tuhan. Dimanapun saat ini kau menginjakkan kakimu, menyilakan kakimu, membaringkan badanmu, atau bahkan hanya sekadar menghembuskan nafasmu. Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu, entah bermakna atau tidak bagimu :’)

Hi gaize! Sudah berapa materi yang kau pelajari hari ini? Sudah berapa tempat yang kau kunjungi hari ini? Berapa game yang kau mainkan? Berapa film yang kau saksikan? Berapa musik yang kau dengarkan? Berapa lelucon yang kau ciptakan? Berapa ejekan yang kau lontarkan? Berapa hal bodoh yang kau tertawakan? Berapa senyum yang kau persembahkan? Hari ini saja. Belum ada setengah hari kita bersama-sama. Tentu aku tak bisa menghitungnya.

Teman, kau bukan hanya sekadar teman. Kau adalah keluarga dimana aku bisa menemukan sosok perempuan sebagi seorang ‘simbok’, sosok perempuan yang lain lagi sebagai ‘mbah’, sosok lelaki yang menjadi ‘bapak’ dan lain sebagianya. Di keluarga kecil ini aku menemukan sebagian dari jati diriku. Berkaca bagaimana diriku hingga akhirnya kalian tahu. Terimakasih pada semuanya saja yang telah mampu memahamiku, menerimaku dengan segala kekuranganku dan memaklumi segala kesalahanku. Terimakasih juga pada semua yang memberiku perhatian dan pengertian, yang menjagaku seperti selayaknya menjaga ‘adik’nya sendiri. Terimakasih banyak.
Keluarga kecil. Tak pernah terpikir sebelumnya, aku ada di antara orang-orang pilihan Tuhan seperti kalian. Dengan segala ketulusan hati saling mengasihi dan menyayangi. Saling menghormati dan membuat perbedaan menjadi tidak berarti. Bersatu padu melebur menjadi satu. Saling melengkapi, rela berbagi, dan ikhlas memberi. Dalam waktu yang sangat singkat ini berbagai macam problematika kita hadapi bersama. Jatuh bangun kita rasakan bersama. Dan setelah semua yang kita lalui bersama, kuyakin di antara kita tak pernah ada yang akan tega melupakannya. Sesepele apapun peristiwanya. Kita yang selalu terjebak nostalgia dari sebuah cerita yang dibuat oleh Guru Besar kita. Kita yang tak pernah lupa bagaimana kita menciptakan sebuah kebersamaan dengan cara kita sendiri. Kita adalah sebuah keluarga kecil yang dipertemukan bukan karena cuma-cuma. Tapi kita percaya, bahwa dari suatu hal kecil suatu saat bisa menjadi hal yang besar. Amin.

Teman, sebentar lagi kita akan menjumpai sebuah perpisahan. Tapi jangan takut akan perpisahan, jika memang itu cara terbaik untuk menuntun kita menemukan apa arti ketulusan dan kesetiaan dalam sebuah pertemanan. Jangan melawan sebuah perpisahan, jika memang itu cara terbaik untuk menikmati setiap detik waktu yang kita punya sebelum perpisahan menjadi kenyataan. Jangan menghindar dari sebuah perpisahan, jika memang itu cara terbaik untuk mengukir sebuah kenangan dan memaknainya. Mari kita bersama-sama menghadapi perpisahan, untuk sebuah pencapaian yang hebat dan dahsyat di masa depan. Together we can, little family. XII BAHASA.

Semangat belajar untuk Try Out ketiga 1 minggu ke depan. Lets study hard, gaize!