Sabtu, 17 Agustus 2013

HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA :)

HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA :)



Sebelum saya melanjutkan menulis ada baiknya jika kita menyanyikan lagu kemerdekaan Republik Indonesia. Walau tanpa iringan tapi mari kita nyanyikan lagu ini dengan hikmat, ikhlas, dan penuh rasa syukur. Pada hitungan ketiga lagu dapat kita mulai. 1…2…3… (judul tidak perlu dinyanyikan -_-)
HARI MERDEKA
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

Sudah hafal dengan teks lagu Ibu Sud – Berkibarlah Benderaku atau T. Prawit – Mengheningkan Cipta? Nah, kali ini ada lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945) yang dibawakan oleh penyanyi / band H. Mutahar. Lagu ini pasti dinyanyikan ketika kita memperingati hari kemerdekaan RI, seperti sekarang ini. Ada lagi lagu yang selalu dinyanyikan setiap upacara bendera di manapun juga. Semua pasti sudah tahu, lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh salah satu pehlawan Indonesia yaitu Wage Rudolf Supratman. Mari kita nyanyikan bersama-sama lagi.

INDONESIA RAYA
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Setelah itu baru kita mengikrarkan teks proklamasi dengan suara yang lantang agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia telah mencapai usia 68 tahun #DIRGAHAYURI68!



Kalau ditanya satu per satu apakah seluruh bangsa Indonesia sudah hafal dengan teks di atas? Saya kurang yakin. Bukannya mau menyombongkan diri, tapi saya sudah hafal di luar kepala waktu SD. Sekarang? Yaa luping.com alias lupa-lupa ingat. Macam mana ini sudah kelas 2 SMA tak bisa hafal teks proklamasi. Oke mulai saat ini mari kita perbaiki sikap-sikap bangsa Indonesia. Jangan sampai ada yang seperti saya. Saya tidak ingin kejadian seperti saya diulang kembali oleh siapapun. 


Selamat ulang tahun ibu pertiwiku tercinta. Hari ini seluruh umat manusia di Indonesia merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-68. Saya sendiri, merayakannya dengan mengikuti kegiatan upacara bendera di sekolah tercinta SMA N 2 Wonosari.
“Rada sedih juga soalnya dari tahun kemarin nggak ikut upacara di alun-alun kota.”
Tahun lalu aku hanya melihat upacara penurunan bendera di alun-alun kota (Pemda). Itupun karena ada pementasan drama kolosal dari SMKN 2 Wonosari. Tahun ini juga, akhirnya aku bisa menyaksikan pementasannya lagi. Meskipun berbeda cerita, juga para pemainnya. Sebenarnya ada sesuatu yang membuatku ingin ke sana. Tahun lalu aku ingin sekali melihat someone *ehm* menjadi pemeran drama kolosal. Dan ternyata… Aku bisa melihatnya memasuki lapangan hijau nan luas. Berbeda dengan tahun ini. Aku ingin melihat 2 wanita cantik sebagai pasukan pengibar bendera (read: paskibra) yang tiap harinya di sekolah selalu bersama denganku. Si Kembar. Suatu kebanggaan lagi, aku bisa melihat satu dari mereka. Cantik, sungguh cantik. Setelah puas melihatnya aku mengitari setengah lapangan untuk mencari barisan peserta upacara dari SMKN 2 Wonosari. Yang saya cari masih someone yang tahun lalu menjadi pemeran drama kolosal. Nihil. Sesampainya di rumah aku baru dapat kabar ternyata dia sedang di Kulonprogo. Bye!

 Pementasan Drama Kolosal 2012

Sudahlah tidak perlu jadi masalah kita mau memperingati di mana. Masih untung bisa merayakan di sekolah, daripada yang tidak bisa ikut karena terbaring di rumah sakit. Bahkan tadi waktu melihat berita di televisi pedagang kaki lima merayakan dengan upacara pengibaran bendera merah putih di pinggiran jalan. Jadi pandai-pandailah kita bersyukur. Think positive. Toh saya tadi juga bisa ikut hormat pada sang dwi warna waktu upacara penurunan bendera di Pemda. Mudah-mudahan tradisi in berjalan sampai aku masuk bangku kuliah. Amin. 2 tahun berturut-turut juga sama teman kecilku, tapi oangnya nggak kecil seperti aku. Suatu saat pengen gitu bisa ikut upacara pengibaran bendera merah putih di puncak gunung. Impianku!
Aku bangga jadi anak Indonesia. 68 tahun berdiri dari Sabang sampai Merauke. Banyak perbedaan untuk dipersatukan. Bhineka Tunggal Ika. Semoga Indonesia lebih terus berkembang, berkemajuan dalam bidang apapun dan di kalangan siapapun. Tak lupa kita perlu ucapkan terimakasih sangat pada para pejuang-pejuang demi menyelamatkan Indonesia dari penjajahan. Meskipun kini masih dalam masa penjajahan. Lenih parahnya, kita dijajah oleh bangsa kita sendiri. Perlu kita ketahui pula, pada pembukaan UUD 1945 kita masih diantarkan ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia oleh para proklamator kita. Untuk itu, kita harus melakukan apapun demi kemerdekaan kita yang sesungguhnya. Banyak anak-anak jalanan kelaparan, pengemis di emperan took, pengamen di sekitar trotoar. Apa itu namanya merdeka? Kita renungkan saja apa yang telah terjadi selama 68 tahun di Indonesia ini. Kita tumbuhkan rasa nasionalisme dan petriotisme yang tinggi dalam diri kita. Semoga untuk ke depannya kita bisa menjadi yang paling depan untuk hal-hal positive. HAPPY BIRTHDAY INDONESIA! LETS GO TO CHANGE & GETTING BETTER :)

Last but not least, masih banyak harapan saya untuk Indonesia di hari ulangtahunnya ini. Saya hanya iseng saja nulis ini. Ceritanya panjang lah. intinya dapet tantangan dari Kak Irma mosting tulisan di blog. Alhasil ini deh tulisannya. Nggak mikir jelek atau nggak yang penting nulis. Seneng banget bisa ditantang Kak Irma. Suatu kehormatan kali ya. Mhihi :D Udah gitu aja. Gimana Kak Irma mana tulisannya?