HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA :)
Sebelum
saya melanjutkan menulis ada baiknya jika kita menyanyikan lagu kemerdekaan
Republik Indonesia. Walau tanpa iringan tapi mari kita nyanyikan lagu ini
dengan hikmat, ikhlas, dan penuh rasa syukur. Pada hitungan ketiga lagu dapat
kita mulai. 1…2…3… (judul tidak perlu dinyanyikan -_-)
HARI MERDEKA
Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap setia
Membela negara kita
Sudah hafal dengan teks lagu Ibu Sud – Berkibarlah Benderaku atau T. Prawit – Mengheningkan Cipta? Nah, kali ini ada
lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945) yang dibawakan oleh penyanyi / band H.
Mutahar. Lagu ini pasti dinyanyikan ketika kita memperingati hari
kemerdekaan RI, seperti sekarang ini. Ada lagi lagu yang selalu dinyanyikan
setiap upacara bendera di manapun juga. Semua pasti sudah tahu, lagu Indonesia
Raya yang diciptakan oleh salah satu pehlawan Indonesia yaitu Wage Rudolf
Supratman. Mari kita nyanyikan bersama-sama lagi.
INDONESIA
RAYA
Indonesia
tanah airku
Tanah
tumpah darahku
Disanalah
aku berdiri
Jadi
pandu ibuku
Indonesia
kebangsaanku
Bangsa
dan Tanah Airku
Marilah
kita berseru
Indonesia
bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah tanahku
Hiduplah
negriku
Bangsaku
Rakyatku semuanya
Bangunlah
jiwanya
Bangunlah
badannya
Untuk
Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku
negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah
Indonesia Raya
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku
negriku yang kucinta
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah
Indonesia Raya
Setelah itu baru kita mengikrarkan teks
proklamasi dengan suara yang lantang agar seluruh dunia tahu bahwa Indonesia
telah mencapai usia 68 tahun #DIRGAHAYURI68!
Kalau ditanya satu per satu apakah seluruh bangsa
Indonesia sudah hafal dengan teks di atas? Saya kurang yakin. Bukannya mau
menyombongkan diri, tapi saya sudah hafal di luar kepala waktu SD. Sekarang?
Yaa luping.com alias lupa-lupa ingat. Macam mana ini sudah kelas 2 SMA tak bisa
hafal teks proklamasi. Oke mulai saat ini mari kita perbaiki sikap-sikap bangsa
Indonesia. Jangan sampai ada yang seperti saya. Saya tidak ingin kejadian
seperti saya diulang kembali oleh siapapun.
Selamat
ulang tahun ibu pertiwiku tercinta. Hari ini seluruh umat manusia di Indonesia
merayakan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-68. Saya sendiri,
merayakannya dengan mengikuti kegiatan upacara bendera di sekolah tercinta SMA
N 2 Wonosari.
“Rada
sedih juga soalnya dari tahun kemarin nggak ikut upacara di alun-alun kota.”
Tahun
lalu aku hanya melihat upacara penurunan bendera di alun-alun kota (Pemda).
Itupun karena ada pementasan drama kolosal dari SMKN 2 Wonosari. Tahun ini
juga, akhirnya aku bisa menyaksikan pementasannya lagi. Meskipun berbeda
cerita, juga para pemainnya. Sebenarnya ada sesuatu yang membuatku ingin ke
sana. Tahun lalu aku ingin sekali melihat someone *ehm* menjadi pemeran drama
kolosal. Dan ternyata… Aku bisa melihatnya memasuki lapangan hijau nan luas. Berbeda
dengan tahun ini. Aku ingin melihat 2 wanita cantik sebagai pasukan pengibar
bendera (read: paskibra) yang tiap harinya di sekolah selalu bersama denganku. Si
Kembar. Suatu kebanggaan lagi, aku bisa melihat satu dari mereka. Cantik,
sungguh cantik. Setelah puas melihatnya aku mengitari setengah lapangan untuk
mencari barisan peserta upacara dari SMKN 2 Wonosari. Yang saya cari masih
someone yang tahun lalu menjadi pemeran drama kolosal. Nihil. Sesampainya di
rumah aku baru dapat kabar ternyata dia sedang di Kulonprogo. Bye!
Pementasan Drama Kolosal 2012
Sudahlah
tidak perlu jadi masalah kita mau memperingati di mana. Masih untung bisa
merayakan di sekolah, daripada yang tidak bisa ikut karena terbaring di rumah
sakit. Bahkan tadi waktu melihat berita di televisi pedagang kaki lima
merayakan dengan upacara pengibaran bendera merah putih di pinggiran jalan. Jadi
pandai-pandailah kita bersyukur. Think positive. Toh saya tadi juga bisa ikut
hormat pada sang dwi warna waktu upacara penurunan bendera di Pemda. Mudah-mudahan
tradisi in berjalan sampai aku masuk bangku kuliah. Amin. 2 tahun
berturut-turut juga sama teman kecilku, tapi oangnya nggak kecil seperti aku. Suatu
saat pengen gitu bisa ikut upacara pengibaran bendera merah putih di puncak gunung.
Impianku!
Aku bangga jadi anak
Indonesia. 68 tahun berdiri dari Sabang sampai Merauke. Banyak perbedaan untuk
dipersatukan. Bhineka Tunggal Ika. Semoga Indonesia lebih terus berkembang, berkemajuan
dalam bidang apapun dan di kalangan siapapun. Tak lupa kita perlu ucapkan
terimakasih sangat pada para pejuang-pejuang demi menyelamatkan Indonesia dari
penjajahan. Meskipun kini masih dalam masa penjajahan. Lenih parahnya, kita
dijajah oleh bangsa kita sendiri. Perlu kita ketahui pula, pada pembukaan UUD
1945 kita masih diantarkan ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia oleh
para proklamator kita. Untuk itu, kita harus melakukan apapun demi kemerdekaan
kita yang sesungguhnya. Banyak anak-anak jalanan kelaparan, pengemis di emperan
took, pengamen di sekitar trotoar. Apa itu namanya merdeka? Kita renungkan saja
apa yang telah terjadi selama 68 tahun di Indonesia ini. Kita tumbuhkan rasa
nasionalisme dan petriotisme yang tinggi dalam diri kita. Semoga untuk ke
depannya kita bisa menjadi yang paling depan untuk hal-hal positive. HAPPY BIRTHDAY INDONESIA! LETS GO TO
CHANGE & GETTING BETTER :)
Last but not least, masih banyak harapan saya untuk Indonesia
di hari ulangtahunnya ini. Saya hanya iseng saja nulis ini. Ceritanya panjang
lah. intinya dapet tantangan dari Kak Irma mosting tulisan di blog. Alhasil ini
deh tulisannya. Nggak mikir jelek atau nggak yang penting nulis. Seneng banget bisa
ditantang Kak Irma. Suatu kehormatan kali ya. Mhihi :D Udah gitu aja. Gimana Kak
Irma mana tulisannya?

