Faber
Castell #5 Follow your Dreams
Posted on Facebook : 29 Juli 2013 pukul
17:46
OCTOBER FULL OF WONDERFUL *capslockjebol* Selamat pagi indah
Oktober. Sepagi ini aku sudah berkeliaran di social media (twitter). Hari ini
kicauan burung di twitter berikrar tentang #octoberwish. Hamper semua yang
nongol di timeline temanya pake hastag begituan. Kebanyakan mereka memotoivasi
dirinya sendiri karena bulan-bulan ini khusus pelajar SMP dan SMA menjadi bulan
yang penuh kesibukan diantarnya tugas yang membuat mata terbelalak, ulangan
harian yang selalu bikin panik, MID semester yang bakalan jadi uji coba pertama
kali khusus untuk siswa siswi kelas 1 (sih), dan yang terakhir agenda remidi
yang super berantakan saking banyaknya. Ada juga nih yang make a wish October
must be better than September. Yang jelas ya kita harus selalu berusaha jadi
yang lebih baik dri sebelumnya kan? Ah sudahlah dariapada kebanyakan cuit. Aku
berdoa di twitter supaya planning di pertengahan Oktober nanti lancar. Amin.
Doa yang lainnya ya kita minta langsung sama Allah kan ya? Kan nggak lucu kalau
minta-minta sesuatu dibeber-beberin? Ya kalau sifatnya nggak privacy
monggo-monggo saja. Tapi ada baiknya kita berbicara langsung dengan Yang
MahaKaya niscaya akan membuat kita lebih merasa dekat dengan-Nya.
-----
“Happy birthday Arjuna Dharma Prayogo :) semoga
panjang umur sehat & sukses selalu. Tambah yang baik-baik. Semoga bisa
mejadi kebanggaan ibu, ayah, dan aku pastinya. Tambah rajin ya, pinter
sekolahnya biar besok gampang cari duit! Xixi makin tua makin dewasa &
bijaksana tiap nentuin keputusan. Maaf ya baru ngucapin (sengaja sih) aku
pengennya jadi pengucap yang terakhir sebelum kamu tidur memejamkan mata. Sama
seperti harapanku menjadi yang terakhir di hidupmu. Aku sayang kamu Bang Junaku
:* “
Pesan ini aku send ke Juna di hari ulang tahunnya tetapi
dimalam hari sebelum ia tertidur pulas. Bisaanya kan orang yang special bagi
mereka dicapin malem-malem gitu, jam 00.00. kalo aku pilih beda dari yang lain.
Di pagi hari aku hanya mengucapkan selamat pagi dan pura-pura lupa bahwa hari
ini hari ulang tahunnya. Sampai sore hari aku menemuinya di dekat rumahpun.
Cerita awalnya aku ingin memberikan kue untuknya waktu di lapangan. Karena hari
itu bersamaan dengan pertandingan bola voly yang diikutinya pagi tadi. Tapi aku
mendapat kabar bahwa Juna udah pulang *on the way*
“Yah… Padahal kan lebih so sweet kalau di lapangan pas dia
baru selesai main langsung di samperin. GATOT !!“ umpatku dalam hati.
Aku berinisiatif berhenti di depan stadion karena aku yakin
Juna pasti lewat situ. Tak lama kemudian, aku nggak sengaja lihat Juna lewat.
Dia lihat aku juga. Sambil senyum *cieeeh* tanpa pikir panjang aku merogoh
kunci motor dan langsung tancap gas. Seperti bisaa aku ditemani seorang
sahabat, Bella tersayang.
Saat hendak berbelok memasuki gang rumahnya aku seperti ragu
“Yakin nggak ya!?“ Dewi keberuntungan mengiringi langkahku. Aku berpapasan
dengan Rizal.
“Syukurlah berarti Juna udah dirumah.”
“Alhamdulillah .“ kata Bella.
Ketika baru memasuki gang ada Gea yang sedang membersihkan
halaman rumahnya. Aku langsung memarkirkan motorku di garasinya dan memintanya
untuk menemaniku kerumah Juna.
Baru keluar dari halaman rumahnya Gea, buronan sudah duduk
manis diatas motornya dan bergegas pergi. Aku berjalan sangat santai. Sambil
membawa kue tart bertoping 2 tanda cinta warna pink dan biru muda, tulisan “Happy
Birthday”, beberapa lilin kecil, dan tak lupa juga ada goresan namanya. Sengaja
aku pilihkan warna kesukaanmu, biru muda feat ungu. Semoga kau suka.
“Harusnya kamu juga jalan kaki biar tambah romantic.”
Tegurku dalam hati.
“Hey mau kemana? Ada orang masih mau lurus aja.”
“Ada apa nih? Kok sampe sini?” meminggirkan motornya di tepi
gang.
“Selamat ulang tahun Juna! Duh lilinnya mati.” Bella dan Gea
bersorak kecil. Aku diam mematung. Memandanginya yang menunjukkan wajah tanpa
ekspresi. Sekejab kemuadian dia tersenyum kepadaku sambil melihat kue yang ku
bawa.
“Eh iya tadi gimana? Pulang bawa apa?” tanyaku dengan
antusias.
“Nggak. Kalah!” jawabnya agak murung.
“Santai! Aku di sini jadi penghibur kamu. Smile! And you
have to try again!”
Rasanya sakit tiap dia pulang dari pertandingan membawa
kabar yang kurang mengenakan hati, tapi mau bagaimana ya? Namun yang terpenting
kita sudah melakukan hal yang terbaik, do the best meskipun hasilnya nggak
sesuai harapan. Karena kita hanya bisa merencanakan dan Allah lah yang
menentukan. Aku berusaha menguatkan dia ketika dia benar-benar terjatuh. Tak
hanya sekali dua kali, dan itu pasti endingnya berdampak ke aku juga. Semoga
saja dengan dia memperingati hari kelahirannya sekarang dia menjadi lebih mudah
move on (bukan move on dari aku). Lebih bisa menata dirinya sendiri. Dalam
artian dia sudah mempunyai greatest plans yang akan di laluinya dengan jalan
yang penuh lika-liku kehidupan dan harapannya ia dapat menghadapi kerasnya
dunianya dengan ikhlas.
“Cobain nih, aku buat sendiri lho!” (tapi bohong) maksud
hati mau nyuapin dia, tapi tanganku meleset ke pipinya. Alhasil, mukanya
blepotan. Xixixi :D
Aku berjalan ke arah rumah Juna, mau mengantarkan kuenya
pulang. Tapi teriakannya menghentikan langkahku. Dia mencegahku untuk bertamu
ke rumahnya. It’s not big problem for me. Setelah berdebat agak lama, akhirnya
dia beranjak dan membawa kue itu pulang. Aku menunggu di dekat dia
memarkir motor. Aku yakin dia hanya terburu-buru ingin latihan. Ide gila
terbesit di otakku. Aku mengambil kunci motornya yang masih tergantung. Aku
menggenggamnya di tangan dan aku sembunyikan di balik badan agar dia tak bisa
melihat. Sia-sia. Dia bisa merebutnya dan langsung pamit pergi. Tak ada lagi
yang bisa aku lakukan. Hanya bisa melihatnya pergi, dan menunggunya kembali.
Aku masih berdiri memandangi punggungnya yang lama-kelamaan sudah tak nampak.
Aku bahagia hari ini bisa bertemu denganmu setelah kurang lebih 2 bulan kita
tak jumpa. Dan bersamamu sedekat ini. Semoga lain waktu kita bisa bertemu kembali.
Kejarlah cita-citamu, dan aku akan menjadi wanita terkuat pertama setelah
ibunda kamu. Kamu harus berjuang karena aku yakin kamu telah mencintai apa yang
kau lakukan sekarang. Carilah kesempatan yang masih banyak di luar sana yang
belum sempat kamu rasakan. You have to know what we want to do.
It is impossible to live without
failing at something, unless you live so cautiously that you might as well not
have lived at all *in which case, you fail by default – J.K Rowling.
If you don’t have plans, you’ll easily
go off rails. Once you go off that cliff, I don’t think there will be a way
back – Joko Anwar.
Dream until the dream comes true, and
then, dream some more.
-----
Beberapa hari setelah ulang tahun Juna aku dan di janjian
main di tempat Bella. Yah melepas rindu sebentar saja. Hari ini tepat tanggal
28 oktober, Indonesia memperingati hari sumpah pemuda. Sesampainya di rumah
Bella, kita disambut hangat oleh kedua orangtuanya yang sudah aku anggap
sebagai orangtuaku sendiri. Yah, karena saking akrabnyamungkin. Tentunya kita
dating sendiri-sendiri, maklum deh rumahnya beda arah. Hihi. Kemudian kita
dipersilahkan masuk, Bella masih sibuk di dalam. Beberapa saat menunggu Bella
keluar menyalamiku dan Juna. Kami ngobrol panjang lebar padahal sebenarnya tak
tahu apa yang jadi topik perbincangannya. Ah sudahlah yang penting nyaman, dan
tidak ada acara berantem-berantem lagi.
“Kak Juna katanya mau ngasih Faber Castell lagi?”
“Aduh! Lupa kayaknya”
“Tuh kan… Pelupa!” kataku sambil menarik-narik lengan kemeja
kotak-kotak yang dipakainya.
“ Beneran nih! Nih liat!“ menunjukkan isi dalam tasnya.
“Ini apa di kotak pensil?”
“Coba liat?”
“Oh iya. Nih mau yang pendek apa yang panjang?”
menyodorkannya kapadaku.
“Cap cip cup kembang kuncup pilih mana yang mau dicup?” kemudian
aku memilih yang panjang.
“Cup ini aja Mi. Hehe.” Menunjukkan pipi kanannya.
“Ami…Juna…” Bella mengeram.
“Hihi maaf Bel, bukan aku. Nih Bang Juna!”
Setelah bingung dengan apa yang ingin di perbincangkan, Juna
berinisiatif mengajak ke belakang rumah Bella. Kebetulan ada sungai kecil jauh
dari halaman rumahnya. Lumayan panas. Sinar matahari yang terasa menyelengat di
kulit badan tak bisa tertahankan. Aku menuruni bebatuan yang sengaja disusun
rapi menjadi tangga. Juna mengikutiku dari belakang. Disusul Bella. Bella
meminta kamera yang aku bawa. Lalu aku naik ke atas dengan Juna dan bella masih
stay di bawah sibuk mengambil gambar. Sungai itu kering karena saat ini sudah
jarang turun hujan. Aku duduk di bawah pohon kelapa tanpa alas. Di sebelah
kiriku ada juna yang ikut serta duduk denganku dan tangannya meraih bahuku,
kemudian aku tersandar di bahunya. Pikiranku jauh menerawang. Kami hanyut dalam
keheningan. Angin berhembus sepoi-sepoi. Sinar matahari bertambah panas. Suara
kendaraan lalu lalang di seberang sana. Lalu aku terbangun dari sandaranku.
This innocent is brilliant
I hope that it will stay
This moment is perfect
Please don’t go away
I need you now!
And I’ll hold on to it
Don’t you let it pass you by
It’s the state of bliss you
Think you’re dreaming
It’s the happiness inside
That you’re feeling
It’s so beautiful it makes (me)
Wanna cry ~ Innocence
“Ya ampun pemuda macam apa kita ini?!”
-----
Siang ini aku juga sudah ada janji dengan Tias, temen
sekelasku dulu sewaktu masih SMP. Mau keluar sebentar, cari angin sambil
melepas rindu. Sebenarnya sama teman-teman lain, tapi pada berhalangan datang.
“kok perasaanku nggak enak ya? Deg-degan banget. Ada apa
nih?” I said to my self. “Duh kok jadi deg-degan gini sih? Mau ketemiu siapa
ya? Juna tadi mampir pulang sini ya? Tapi motornya nggak ada? Itu malah nemu
helm ada stikernya apasih itu nggaktau maksudnya tapi aku kayak nggak asing.”
Pikiranku jauh menerawang sampai-sampai Bella mencubit lenganku untuk
memastikan aku baik-baik saja dan tadi hanya melamun bisaa.
“Woy! Mau pesen apa? Bengong aja!”
“Sorry sorry..he yang bisaanya aja.”
“Apa? Pop ice rasa coklat esnya agak banyak.”
“Ha? Iya...iya...iya”
“Kamu kenapa Min?” tanya Tias.
“Nggg... nggak papa kok” dengan muka bingung.
“Yakin?”
“Nggak juga sih. Kayak ada siapa gitu di sini.”
“Maksud L” tanya Bella.
Aku melihat sekeliling dan itu dia!
“Yas liat tuh, dia temen sekolahmu bukan?” sambil menunjuk
ke arah cewek-cewek berjilbab memakai rok putih selutut, kaos kaki panjang,
sepatu pantofel, dan jas hijau toska.
“Iya itu temen sekelasnya Dera.”
“Coba tanyain dia sama Dera nggak ?!” Tias menatapku tajam
lalu memanggil temannya dan memastikan apakah dia sedang bersama Dera atau
tidak.
“Nah itu Dera!” kata Tias sambil menepuk bahuku.
“Der...Dera. Ada yang mau kenalan nih!” panggil Tias.
“Eh kamu. Siapa? Siapa?” sambil mendekat.
“Hay Dera.” Aku mengulurkan tanganku padanya sebagai tanda
simbolis kalau kami pernah berkenalan padahal ya udah kenal *dikit*.
*Salaman* agak lama aku menatapnya dengan wajah
terheran-heran.
“Kenapa beda sama foto-fotonya di facebook?” kataku dalam
hati.
“Lah ini kenapa jadi aku yang suruh cium tangannya?” *TE*
“Hey masih ingat aku nggak, Dera?”
“Siapa ya? Eh?”
“Siapa hayoooo?”
“Oh pacarnya Juna itu ya?”
“Hah? Juna?”
“Iya. Ami bukan?”
“Hehe.. Iya”
“Yaudah pulang duluan keburu dicariin” pamitnya sambil
berjalan di belakang teman-temannya.
“Hati-hati ya Der...Nggak nanti aja?” Dia berlalu dan tidak
menggubris kata-kataku, tiba-tiba ia berhenti di depan kaca.
“Duh mukaku jadi item banget. Jelek lagi. Bisaalah anak
tonti gitu..”
Aku saling tatap muka dengan Bella sambil mengernyitkan
dahi.
“Bhahahahahk.” Tawaku dengan Bella melunjak sejadi-jadinya.
“Sehat Bel? Sehat Min?” tanya ias dengan penuh tanda tanya.
“Insya Allah sehat” *ROFL*
Sepanjang jalan pulang aku dan Bella masih saja menertawakan
kejadian tadi –hahaha- Sampai-sampai aku keceplosan tanya ke Bella secantik apa
sih dia sampai-sampai bisa deket *enggak banget sih* sama Juna. Apakah dia
secantik Maudy Ayunda? Nikita Willy? Natasha Riski? Oki Setiana Dewi? Atau
sejago atlit yang dielu-elukan sama Juna? Ya ya bisa jadi bisa jadi
*Indonesiapintar*
Sesampainya di rumah ia baru menjawab,
“Jujur ya menurutku dia nggak begitu cantik.”
“Cantik itu relatif Bel. Cantiknya kamu belum tentu
cantiknya aku, belum tentu juga cantiknya Juna dan siapapun.” lanjutnya.
“Iya juga sih ya.” jawabku datar.
“Kecantikan juga bukan cuma dilihat dari fisiknya tapi juga
dari bagaimana cara dia bersikap, berkata, dan berpikir. Kalau cuma cantik luar
aku nggak suka. Yang terpenting itu kan cantik dari dalam.”
“Setujuuuuu!!”
“Satu lagi Bel, cantik alamiah itu lebih penting daripada
cantik kosmetik? Emang sih perempuan itu kebanyakan hampir semua malah
menginginkan untuk setiap harinya mempercantik dirinya. Dan yang lebih miris
cantik photoscape plus photoshop! Haha.”
“Aku pernah baca di majalah punya Ibu yang intinya ngomogin
cantiknya wanita gitu deh Bel. Lebih cantik wanita yang pake hijab rata-rata.
Yang nggak kalah penting, Inner Beauty. Itu kunci utama wanita sholeh.”
“Nah itu tau, lebih rajin lagi baca yang kek gituan Mi. Biar
tambah banyak hidayahnya. Mari kita tutup rapat sore kali ini. Adakah yang ingn
disampaikan lagi?” nyengir kuda.
“Dapat kita tarik kesimpulan pada rapat kali ini yaitu
cantik adalah Ibuku.”
-----
Keesokan harinya. Happy Anniversry! Aku baru cerita pada
Juna mumpung dia nggak latihan. Ya tapi tetep aja dia maen sama temen-temennya
di samping rumah. Ohya aku orangnya nggak bisa diem kalo ngalamin sesuatu.
Apapun yang terjadi padaku selalu aku ceritakan ke orang-orang terdekatku. Tapi
jangan salah paham dulu ya cuma cerita pribadiku. Kalau ada orang lain yang
cerita denganku dan hal itu nggak perlu dibeber-beberkan ke orang lain ya aku
pasti diem. Aku berusaha menjadi orang yang dapat dipercaya. Sebagai umat Nabi
Muhammad SAW kita juga harus meneladani sifat-sifatnya kan ya. *applause* so
jangan khawatir kalau yang punya rahasia atau sering cerita-cerita ke aku.
*LOL*
By Phone
“Selamat sore Dek Amiku”
“Ya selamat sore, ada yang bisa Dek Ami bantu?”
“Pesen seperti bisaa”
“Siap. Segera diantar”
“Jangan lama-lama keburu pingsan”
“Baik. Ditunggu 5 menit.” langsung aku tutup telfonnya. Tapi
aku segera menelfonnya balik.
“Sudah diterima pesanannya sayang?”
“Kok paketan ragamu belum ya?”
“Hahahaha. Sekarang tanggal 29 nih.”
“Iya ya? Terus kenapa nih?”
“Ya nggak papa sih, Cuma mau ngucapin happy anniv sayang.”
Sambil senyum sendirian. Sekalipun dia tak dapat melihat senyumku. Tapi aku
ikhlas tersenyum sebagai salah satu ucapan rasa syukur karena samapai sekarang
aku bisa melewati pahit manisnya hidup ini dengannya. Kuharap tak hanya
berhenti samapi disini. Kelak ketika di akhirat kita akan dipersatukan kembali
oleh Allah. Amin.
“Eh aku kemaren ketemu Dera lho!”
“Terus hubungannya sama aku?”
“Ya gak tau. Masak kemaren aku ajak kenalan dia langsung
nyaut pacarnya Juna gitu? Duh parah.”
“Ya kan dia kenalnya sama aku.”
“Cieee ehm ehm. Sekarang juga kenal kan?”
“Kenapa?” dia mulai tak nyaman dengan pembicaraan kali ini.
“Dia masih suka hubungin kamu Jun?”
“Enggak lah. Dia udah punya pacar!”
“Habis ngepoin dia ya?”
“Denger-denger kabar aja. Cemburu ya?”
“Ihh enggak. Buat apa cemburu? Sama Dera?”
“Haha ngaku ngaku ngaku!”
“Serah deh!”
To be continued.
Selamat ulang tahun Tuhan Kecilku :) Maaf aku tak bisa
memberikan sesuatu untuk sebuah kenang-kenangan. Aku hanya ingin memberikanmu
mahkota kebanggaan. Meskipun entah kapan ku akan memberikannya aku akan
berusaha. Get older get better mom :* semoga tetap bisa menjadi tauladan buat
putra-putrinya. ILOVEYOUMORE ({{{{}}}})
Selamat tanggal 29 Kekasih Hatiku :) Arigato Gozaimasu :*
yuk kita laluin hari bareng-bareng selama kita masih diberi kehidupan. kita
sama-sama belajar ya. semoga kamu tahu apa yang aku maksud. ILOVEYOU ({{{{}}}})
Selisihnya dari #4 lumayan jauh. udah 1 tahun (kurang sih).
by the way #5 ngapluk ya? iya emang dibuat gitu terus. biar ketauan kalo yang
nulis emang ceriwis. Komentar semoga tetap terurahkan kepada kita selaku
*asdfghjkl* Oh iya lupa, makasih Simbok sama Wendut yang ikut andil di #5 ini
:* maaf kalo ada salah kata & tulisan. aku khilaf :(
Rahma Fz
mbk ak tandai
29 Juli pukul 18:47 · Suka · 1
Nicky
Feriana Seperti diawal* keinspirasi home tweet home ki
29 Juli pukul 19:49 melalui seluler
· Suka · 2
Fikrie
Noor Aisyah Makasih udah jadi komentator pertama yg lain mana uneg2
nya jgn disimpen ndiri yeaa
29 Juli pukul 20:23 melalui seluler
· Suka · 2
Tifhalhifta
Ramadhanie belum berekelanjutan bacanya, msh terlalu pagi, masih
terlalu mager utk baca bnyak2
30 Juli pukul 6:13 melalui seluler
· Suka · 2
Fikrie
Noor Aisyah Isssh! Nggak usah dibaca lgsg komen aja! Mageran kamu!
30 Juli pukul 7:06 melalui seluler
· Suka · 2
Whenny Widya
N bagianku ngelike kabeh komentar. haha
30 Juli pukul 10:21 · Suka · 1
Dika
Nurinda Catetanmu ki intine mung ngrasani wong kri fikri,
31 Juli pukul 18:14 melalui seluler
· Suka · 4